Short Story Made ][ My Missing Life : First Piece of Story ][
First Piece of Story
“Saat aku bersamamu,aku ingin
melompat dari langit penderitaan yang tiada hentinya ini.Aku tidak takut,karena
denganmu,aku bisa.”
Sinar
matahari pagi mengetuk pintu mimpiku.Perlahan kubuka mataku,masih terngiang
kata-kata itu dalam kepalaku.Seorang pria berbadan kekar,berambut putih,dan
bermata biru itu mengusap rambutku.Aku harus menengadah keatas untuk
melihatnya.Tatapan itu sangat indah.Aku ingin memilikinya.
Lantunan
jam weker membuyarkan lamunanku.Ku bangun dari ranjangku,ku buka korden biru
tua yang sudah mulai usang.Dari balik kaca kamarku,aku melihat burung-burung
berterbangan dengan bebasnya.Mereka semua berpasangan.Sekali lagi,aku mencoba
mengingat pria itu.Namun,aku tidak bisa mengingat dengan jelas wajahnya.Ini
adalah ke tujuh kalinya aku bermimpi hal yang sama.Aku mulai berpikir,apakah
aku terlalu lelah akhir-akhir ini hingga mimpi yang sama selalu terulang.
Jam
menunjukkan pukul 9.00 am.Aku melangkah keluar dari pekarangan rumahku.Kulihat Nyonya
Oslen sedang menyapu pekarangannya. “Selamat pagi nyonya” sapaku, “Selamat pagi
Nynda,kau sudah akan berangkat kerja?”. “Tentu saja,hari ini adalah hari yang
penting bagiku.Aku tidak akan terlambat untuk hari ini.” “Baiklah,semoga harimu
menyenangkan.” “Terimakasih nyonya Oslen!” sambil berjalan kulambaikan tanganku
padanya.Nyonya Oslen adalah perempuan yang baik dan sangat kuhormati.Ia dan
suaminya selalu membantu keluarga kami.Sangat disayangkan,anaknya pergi
meninggalkan mereka untuk kuliah diluar kota.Meski begitu,Nyonya Oslen selalu
memuji anak laki-lakinya itu.Anak mereka bernama Daniel,Daniel Gallioth.Aku
tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya.Aku pindah ke kota ini ketika umurku
16 tahun,saat itu ia sudah berumur 20 tahun,dan saat itu pula Daniel sudah
beranjak dari kota ini.
Tanpa
kusadari aku sudah hampir tiba di tujuanku.Aku bekerja di sebuah perusahaan
pariwisata.Hari ini adalah hari penting bagiku.Karena hari ini adalah hari
gajian pertamaku.Sudah sebulan aku bekerja di perusahaan ini.Semua staff sangat
baik dan ramah.Manager pun sangat sabar untuk membimbingku hingga aku bisa
mandiri melakukan apapun sekarang.
Dengan
senangnya aku mengantri untuk pengambilan gaji bulananku.Ini adalah yang
pertama kali,jadi aku merasa sangat gugup serta gembira.Cukup lama aku
mengantri,mungkin sudah sekitar 1 jam lamanya.Ketika giliranku tiba,aku segera
masuk keruang Manager.Manager dengan senyum yang selalu menempel pada bibirnya
itu membuatku kembali tenang.Beliau menyuruhku untuk duduk,lalu menyodorkan
amplop cokelat berlabel perusahaan kami.Beliau mengatakan “Kerjamu sangat bagus
Nynde Burck.Aku sangat puas dan tidak kecewa telah menerimamu di perusahaan
ini.” “Terimakasih Sir Peter.Ini semua berkat anda yang telah sabar membimbing
saya.” “Tidak..tidak.. Miss Burck,ini semua adalah berkat usaha anda
sendiri.Anda telah berjuang dengan keras,dan anda patut untuk dipuji.”
“Terimakasih Sir.Kalau begitu,saya permisi dulu.” “Tentu,silahkan.”
Dalam
perjalanan pulang,aku memikirkan apa yang akan kulakukan dengan gajiku
ini?Biasanya mereka akan menghambur-hamburkan gaji pertama mereka sebagai bukti
bahwa mereka sudah bisa menghidupi diri mereka sendiri.
Akhirnya
aku memutuskan untuk pergi shopping,mengingat semua bahan makananku telah
habis.Segera aku pergi ke Toserba terdekat.Aku hanya membeli beberapa bahan
makanan dan bergegas untuk pulang,mengingat hari sudah larut malam.Sampainya
aku di rumah,aku lekas mandi lalu tidur.
Dalam
mimpiku aku melihat kupu-kupu biru yang sangat indah,aku berjalan mengikutinya
hingga sampai pada suatu tempat.Terdengar suara benda yang jatuh dari
ketinggian.Sontak aku melihat kearah suara tersebut,namun tidak ada apapun
disana.Saat aku hendak menengok ke kupu-kupu tadi,kupu-kupu tersebut berubah
menjadi sosok laki-laki bertubuh kekar yang tinggi.Rambut pirangnya yang cerah
serta mata biru yang indah sangat memikatku.
Ia
berjalan menuju kearahku,berhenti tepat di depanku.Ia mengelus
rambutku,membuatku menengok keatas untuk melihat wajahnya.Lalu kulihat ia
tersenyum.Beberapa detik kami dalam keheningan.Kudengar suara lembut keluar
dari bibirnya. "Aku akan datang menemuimu." Lalu
semua cahaya perlahan meredup dan aku terbangun dengan pipiku yang terasa
seperti terbakar oleh kehangatan.
Mimpi itu datang lagi,namun kali ini,aku bisa
mengingat wajah dan suara lembutnya.Perlahan aku beranjak dari tempat tidurku
dan melihat kearah jam weker.Sialnya,ini bukan hari keberuntunganku.
"Duh,kenapa aku bisa telat bangun seperti ini?!" Bergegas aku
mandi,memakai seragam kerjaku dan melangkah keluar rumahku.
Pagi ini kulihat sebuah mobil jasa pindah rumah di
pelataran rumah Nyoya Oslen.Kulihat Nyonya Oslen berjalan keluar dari
rumahnya,langsung saja aku
bertanya
"Selamat pagi nyonya Oslen,apakah nyonya hendak pindah dari komplek
ini?" sambil tersenyum ia menjawab "Tidak,putrakulah yang pindah.Akhirnya
ia pulang ke rumah." Nyonya Oslen memanglah wanita penuh dengan
senyuman.Terlihat rona wajahnya yang cerah disertai rasa bahagia yang sudah
lama tak terlihat.
Ucapan Nyonya Oslen mengingatkanku tentang sesuatu
yang kulupakan, "Nynde,apa kau tidak berangkat bekerja hari ini?"
"Astaga,aku lupa,aku sudah terlambat.Sampai jumpa nanti Nyonya
Oslen." bergegas aku lari dengan seluruh tenaga pagi hariku.
Ketika aku sampai,jam sudah menunjukan pukul 9.45
am.Aku terlambat 15 menit.Kulihat banyak staff berkerumun di dekat ruanganku
bekerja.Karena aku berlari terlalu cepat,aku menabrak sesosok orang yang berbadan tinggi.Aku terpental ke lantai setelah
menabraknya.Lalu ku dengar “Apa kamu tidak apa-apa?” “Um, aku tidak apa-apa”
Sosok pria itu mengulurkan tangannya padaku,setelah itu ia membantuku berdiri
dan berbisik “Apa kau idiot?” “Huh?”,sontak saja aku langsung melihatnya.Woah,dia
sangat tinggi.Rambutnya pi..pirang?Jantungku pun terasa berdetak lebih
kencang.Jangan-jangan ia adalah sosok pria dalam mimpiku?Aku mencoba
menenangkan diri.Satu hal yang perlu kupastikan lagi.Warna matanya.Perlahan aku
mengangkat kepalaku. *deg* Pria ini,benar-benar pria dalam mimpiku.Wajahnya
sama persis dengan mimpiku tadi pagi.Jika kuingat-ingat lagi,suaranya pun sama.
Tanpa
kusadari aku berkata “apa kau pangeran di mimpiku?”.Tanpa ada hitungan detik,seluruh
staff perusahaan menertawaiku.Pria itupun terlihat bingung dengan apa yang baru
saja ia dengarkan.Spontan aku tersadar dan meminta maaf. “Maaf,aku tidak
sengaja.” Kulihat merah merona menghiasi pipinya.Ia terlihat sangat imut.
“Sudah..sudah..Tolong
perhatian semuanya.Ia adalah pegawai baru di perusahaan kita.Ia akan menjadi
Chief Securty kita.Namanya adalah Mr.Daniel Gallioth.Tolong bantu dia untuk
mengenal perusahaan ini,dan beri tepuk tangan semuanya untuk Mr.Daniel
Gallioth” “Mohon kerja samanya semuanya!” riuk-riuh tepuk tangan menghiasi
perusahaan selama 5 menit lebih.Tunggu,aku mengenal nama itu.Bukankah ia adalah
putra Nyonya Oslen?Saat semua mulai kembali ke tempat,aku menarik tangan Daniel.Ia
sempat terkejut dengan perbuatanku,lalu ia mengambil nafas dan bertanya “Ada
apa Miss um..” “Nynda Burck” “Oh,ada apa miss Nynda Burck?” “Apa kamu
benar-benar Daniel Gallioth?”
“Ya,bukankah
kamu juga dengar tadi?” “Uh,bukan maksudku,tapi,apa benar kamu Daniel Gallioth
purta dari Nyonya Oslen?” “Huh?Bagaimana kau mengenal ibuku?Apa kau
memata-mataiku?Jika kamu berani berbuat sesuatu pada keluargaku,aku tidak akan
segan-segan untuk menghajarmu.” “Jangan salah sangka,aku bukan
mata-mata,dan,untuk apa aku memata-mataimu.Tidak ada gunanya untukku.”
“Lalu,bagaimana
kamu kenal dengan ibuku?” “Tentu saja aku mengenalnya,rumahku berada di
sebelahmu.” “Ah,jadi kamu adalah wanita yang sering diceritakan dalam tulisan
surat ibuku,huh?” “Nyonya Oslen menceritakan tentangku?” “Yah,dia selalu
mengatakan bahwa “ada gadis cantik di sini yang selalu membantuku,aku
berharap kau bertemu dengannya” begitulah.” “Kupikir Nyonya Oslen terlalu
melebih-lebihkanku.Aku tidak secantik itu.” “Ya,kupikir juga begitu.Bahkan kau
jauh dari kata cantik.” “Apa katamu!Dasar tinggi!” “Kupikir itu adalah sebuah
pujian,terimakasih.Kita berpisah di sini.Aku harus segera ke pos ku.”
Kulihat
langkah kakinya yang lebar itu,dia benar-benar sangat tinggi.Dia benar-benar datang
kemari untuk menemuiku.Mungkin.Ia kembali bukan untukku,tapi untuk orang
tuanya.Setidaknya itulah yang harus kupercayai.Aku tidak ingin mempercayai
mimpiku,tapi,aku ingin mengenalnya lebih jauh.
Jam
dinding menunjukan pukul 10.21 pm.Malam ini aku harus bekerja lembur sebagai
hukumanku karena keterlambatanku tadi.Lampu-lampu perusahaan sudah banyak yang
dipadamkan.Mungkin tinggal aku seorang saja di perusahaan.Kuringkas semua
peralatan di meja kerjaku,kumatikan komputer dihadapanku.Akhirnya aku bisa pulang.
Malam
ini,hujan mulai turun.Berhubung aku lupa membawa payung,kugunakan tas kantorku
untuk menghindari kepalaku dari hujan.Jalan yang kulewati benar-benar gelap dan
sepi.Hujan mulai turun dengan derasnya.Banyak genangan air,jika tidak hati-hati
aku akan lebih basah kuyup jika ada kendaraan yang lewat.
Ketika
sampai di pertigaan jalan,kudengar langkah kaki dari arahku berjalan
tadi.Perlahan suara langkah itu semakin dekat.Bagaimana jika itu
pembunuh?Bagaimana jika itu penculik?Bagaimana jika itu hantu??Aku memejamkan
mataku,berharap bahwa tidak akan ada yang terjadi.
Kudengar
langkah kaki itu sudah sangat dekat,lalu tiba-tiba berhenti.Aku benar-benar
merasa takut saat ini.Apa yang harus ku lakukan?Tiba-tiba,aku merasakan telapak
tangan di pundakku.Dengan kagetnya kubuka mataku dan berteriak.Namun,ada tangan
lain yang membekap mulutku.Apa aku akan mati?
Tak
lama kemudian,aku mendengar suara dari pemilik tangan yang membekapku. “Hey!Kau
pikir ini jam berapa hingga kau mau berteriak?!” Ia membalikan tubuhku
kearahnya.Orang ini, “D..Daniel?Apa yang kau lakukan di sini?” “Apa yang
kulakukan?Aku hanya dalam perjalanan pulang.” “T..tapi kenapa kau berada di
belakangku?Bukankah sift kerjamu sudah selesai dari tadi?”
“Um,yah,memang.Ketika aku hendak pulang,kulihat salah satu lampu ruangan
perusahaan masih menyala,jadi aku berencana untuk mematikannya dulu.Tapi
kulihat kau masih bekerja di sana,jadi kubiarkan saja lampu itu menyala.”
“Lalu
kenapa kamu masih di sana dan tidak segera pulang?”tanyaku. “Kupikir,itu tidak
baik meninggalkan perempuan sendirian.” “H..h-huh?” aku tersipu ketika ia
mengatakan itu.Apakah dia peduli denganku?
“Hey?Kenapa
melamun?” “Ti-tidak.Aku tidak melamun.Tapi kenapa kau dibelakangku?” “Ketika
aku keluar dari kantor,hujan mulai turun.Akhirnya aku mengambil payung di
pos.Lalu waktu aku kembali,kulihat kamu berlari-lari ditengah hujan.Aku
bermaksud untuk mengejarmu dan membagi payung ini,tapi tidak kusangka larimu
sangat cepat.” Untuk kedua kalinya dalam hari ini,jantungku berdebar dengan
kencangnya.Ia berdiri disampingku dan memegangi payungnya.
Kami
berjalan beriringan selama perjalanan pulang.Aku tidak bisa mengkhianati
mataku.Berkali-kali aku mencuri-curi pandang.Ia sangat keren.Ketika ia sadar
bahwa aku memperhatikannya,ia berhenti dan mulai menatapku.Aku mulai melangkah
kebelakang untuk menghindari tatapan jarak dekat itu.Namun,ia menarik
pinggangku dengan cepatnya.
Kali
ini,aku merasa bahwa jantungku akan lepas dari tempatnya.Saat ini jarak kami
berdua bisa kubilang sangat dekat.Mungkin hanya 5 cm.Aku bisa merasakan
hembusan nafasnya di mulutku.Ia menatapku sangat tajam.Aku merasa bahwa aku tak
berdaya lagi di depannya.Ia mulai berbicara “Apa kau benar-benar idiot?Apa kau
ingin lebih basah kuyup?Bagaimana bila kau jatuh sakit,huh?Kau pikir siapa yang
akan merawatmu nantinya?Kau pikir siapa yang tidak akan khawatir padamu
nantinya?Apa kau ingin membuatku lebih khawatir tentangmu,huh?”
Aku
tidak percaya ia mengatakan itu.Ia melepaskan tangannya dari pinggangku dan
mulai berjalan seolah tidak ada yang terjadi.Aku bisa merasakan pipiku berubah
warna sekarang.Sampai di rumahpun,aku tidak bisa berhenti
memikirkannya.Kurasa,hembusan angin malam tidak akan membuatku tidur dengan
mudah kali ini.Kata-katanya berulang-ulang muncul dalam kepalaku,seperti sebuah
rekaman yang rusak.
Comments
Post a Comment